Perubahan yang Signifikan Dibutuhkan untuk Menciptakan Peraturan yang Mendukung Penerbangan yang Aman dan Bertanggung Jawab

17 Juli 2017 – DJI, perusahaan drone dan teknologi pencitraan udara nomer satu di dunia, mengutarakan kekecewaannya atas rencana regulasi penggunaan pesawat tanpa awak untuk kebutuhan rekreasi dan komersial yang diterbitkan pada Senin awal pekan ini oleh pihak transportasi Kanada, dan mendesak para pilot drone untuk memberikan nota keberatan mereka sebagai bagian dari hal yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah dalam membuat aturan.

DJI mengaku sedikit lega karena beberapa pembatasan aturan Interim Order sebelumnya telah dihapuskan, peraturan tersebut ditengarai dapat menyulitkan untuk mewujukan visi penggunaan drone yang nyaman dan bertanggung jawab. Aturan tersebut juga akan menyulitkan bagi investor Kanada dan para entrepreneur untuk menggembangkan penggunaan drone dalam bidang-bidang lain seperti, bisnis, pendidikan, pertanian, dan keamanan publik. Aturan itu juga akan membuat Kanada tertinggal dari negara lain yang sudah terlebih dahulu memaksimalkan manfaat dari penggunaan drone.

Rencana regulasi ini akan membuat para pilot drone sulit membedakan penggunaan untuk kebutuhan bersenang-senang dan kebutuhan bisnis. Yang artinya orang Kanada yang hanya ingin bermain drone harus mengikuti standar ketat yang sama layaknya penggunaan drone untuk kebutuhan bisnis.

“Kami kecewa kepada pihak Transportasi Kanada telah mengambil pendekatan yang terlalu ketat untuk peraturan mengenai drone yang diusulkannya.” Kata Brendan Schulman, Wakil Presiden bagian Kebijakan dan Hukum DJI. “Pembatasan yang kuat yang dilakukan pada pesawat tanpa awak ini mengabaikan manfaat yang dapat diberikan drone kepada masyarakat umum dan membuat jutaan orang Kanada tidak memiliki kesempatan untuk mewujudkan potensi penuh dari penggunaan teknologi ini.”

Schulman menggarisbawahi beberapa permasalahan yang ada dalam rencana regulasi tersebut seperti:

  • Pesyaratan asurasi wajib sebesar $ 100,000 untuk setiap drone yang memiliki berat lebih dari 250 gram. Aturan ini dinilak akan membuat beberapa instansi maupun perorangan tidak merasa antusias untuk melakukan eksperimen dengan drone untuk kebutuhan sains, teknik, dan fotografi.
  • Pesawat tanpa awak tidak dapat diterbangkan dalam jarak 100 kaki dari orang-orang. Aturan ini akan langsung membuat jutaan orang Kanada dituduh melakukan perbuatan illegal ketika menerbangkan drone mereka di halaman belakang rumahnya.
  • Persyaratan yang memberatkan bagi para produsen untuk mensertifikasikan produk mereka ke standar yang belum terdefinisi sebelum melakukan pengambilan gambar professional di wilyah Kananda, meskipun produk itu telah mendapatkan izin yang sama di Amerika Serikat.

DJi berencana mengirimkan nota keberatan ini sebagai salah satu hal yang ingin dipertimbangkan oleh pemerintah Kanada. DJI mendorong para pilot drone untuk juga melakukan hal yang sama. Nota keberatan ini akan diberikan ke pemerintah Kanada pada tanggal 13 Oktober 2017 dengan alamat ini.

“Peraturan pemerintahan yang dibuat dengan ideal akan secara memadai mengurasni risiko cedera dan kerusakan property sekaligus mengizinkan para innovator bebas melakukan eksperimen dan menggunakan drone dengan berat berapapun untuk masuk” ungkap Eric Ebenstein, Kepala Kebijakan Publik DJI wilayah Amerika Utara. “Kami berharap ke depannya dapat memberikan saran dan kritikan terhadap regulasi ini agar dapat diatur untuk lebih dapat melindungi masyarakat secara umum sambil terus mendorong adanya inovasi.”

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *