Mode Data Lokal Baru Menyuguhkan Jaminan Privasi Keamanan Data

14 Agustus 2017 – DJI, perusahaan drone dan teknologi pencitraan udara nomor satu di dunia, sedang mengembangkan mode data lokal baru yang akan menghentikan laju internet dari dan menuju aplikasi pengontrol penerbangan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menyuguhkan jaminan privasi keamanan data dari pemerintah dan perusahaan yang menjadi kustomer dari DJI.

Pengontrol penerbangan secara rutin mengirimkan data melalui internet untuk memastikan drone memiliki peta yang paling relevan dan data geofencing, versi aplikasi terbaru, frekuensi radio yang tepat dan daya yang dibutuhkan, dan informasi lain yang mampu membatu keamanan dan fungsi penerbangan. Ketika pilot mengaktifkan mode data lokal, aplikasi DJI akan berhenti mengirim dan menerima data dari internet, memberikan jaminan kepadamu tentang privasi data yang dihasilkan selama penerbangan.

“Kami menciptakan mode data lokal untuk memenuhi kebutuhan kustomer kami dari berbagai perusahaan, termasuk organisasi pemerintahan dan non pemerintahan yang menggunakan teknologi DJI untuk melakukan sesuatu di seluruh dunia,” ungkat Brendan Schulman, Wakil Presiden bagian Aturan dan Urusan Hukum DJI. “DJI berkomitmen untuk melindungi privasi data  para kustomernya seperti foto, video, dan log penerbangan. Mode data lokal akan menyuguhkan jaminan tambahan bagi kustomer dengan kebutuhan keamanan data tingkat tinggi.

Dikarenakan mode ini menutup semua data internet yang digunakan, dengan mode ini berarti aplikasi DJI tidak akan memperbarui peta dan informasi. Aplikasi pengontrol penerbangan DJI tidak akan memberi tahu informasi terbaru mengenai area khusus penerbangan atau pembaruan software, dan mungkin akan menyebabkan pembatasan penerbangan lainnya. Namun, hal ini akan meningkatkan jaminan keamanan data untuk kegiatan penerbangan yang sensitif, seperti yang melibatkan infrastruktur penting, rahasia dagang komersial, operasi khusus pemerintahan, dan lain sebagainya.

“Kami sangat senang ketika tahu bagaimana DJI dengan sangat cepat mengembangkan produk mereka yang awalnya hanya untuk penghobi hingga kini menyasar ke professional, komersial, pemerintahan, dan tujuan pendidikan,” ujar Jan Gasparic, Kepla bagian kerja sama DJI. “Banyak pelanggan yang meminta tembahan jaminan keamanan data mereka, DJI dengan mode data lokal ini berusaha memenuhi keinginan mereka untuk memberikan pilihan pengelolaan data yang lebih baik bagi semua kustomer yang ingin menggunakannya.”

DJi menyadari pentingnya privasi data ini bagi para kustomernya. DJI tidak akan mengumpulkan atau berusaha mengakses data penerbangan, foto, video milik kustomer terkecuali jika kustomer sendiri yang memilih untuk mensinkronisasikan semua data itu dengan server milik DJI, mengunggah foto dan video ke website SkyPixel DJI, atau secara langsung mengirim drone ke pusat servis DJI.

DJI secara terbuka berkomitmen untuk melindungi data milik kustomernya sejak April 2016. Dan mulai Maret 2017, DJI menjadi perusahaan drone pertama yang mendukung adanya perlindungan akan data-data kustomer sebagaimana pemerintah Eropa dan Amerika Serikat mengembangkan peraturan untuk mengawasi penerbangan drone. Tidak ada produsen drone lain yang cukup berani melindungi data kustomernya selain DJI.

“Mode data lokal ini memungkinkan kustomer untuk mendapatkan hasil maksimal dari aplikasi pengontrol penerbangan mereka sembari memberikan jaminan penuh bahwa data-data penting tidak akan disebarkan secara sengaja melalui koneksi internet,” tambah Schulman. “Kami bangga bisa mengembangkan mode data lokal ini sebagai bagian dari cara kami memuaskan  kebutuhan dan keinginan kustomer.”

Mode data lokal ini telah dikembangkan beberapa bulan lalu akan dimasukkan pada versi terbaru aplikasi DJI mulai beberapa pekan ke depan. Aplikasi DJI yang dimaksud adalah DJI GO, DJI GO 4, DJI XT Pro, DJI Pilot, dan Ground Station Pro, yang aktif pada ponsel pintar dan tablet yang banyak digunakan untuk mengontrol drone dan menyambungkannya ke remot kontrol. Fitur mode data lokal ini mungkin tidak tersedia di tempat di mana koneksi internet terbatas karena peraturan atau hukum setempat.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *