Reputasi DJI sebagai “perusahaan perangkat keras tingkat konsumen” mulai memudar. Saat ini, pasar tingkat industri adalah pasar yang ingin dikembangkan lebih lanjut oleh perusahaan raksasa ini.

Foto dari droneaddicts.net

Sejak tahun lalu, DJI telah menciptakan drone khusus agrikultur untuk membangun hubungan antara pasar dan pertanian. Pada 4 Desember 2018 lalu, DJI merilis T16, sebuah UAV pertanian terbaru di Shenzhen. Ini adalah lini produk baru setelah seri drone pertanian pertanian tahun lalu. Harga T16 di Indonesia yaitu sekitar 145 juta rupiah, tidak jauh berbeda dengan seri MG. Saat ini, UAV Agrikultur dari DJI telah berkembang menjadi beberapa produk, dan yang terbaru adalah DJI Agras MG-1P.

Secara fungsional, kemampuan T16 telah ditingkatkan. Efisiensi penyemprotan 150 mu per jam telah tercapai, meningkat 67% jika dibandingkan dari generasi sebelumnya; Kecepatan pengisian baterai meningkat 50%; Sensor UAV pertanian telah digandakan; dan dibandingkan dengan produk generasi sebelumnya, usia penggunaan material pompa yang terbuat dari material komposit telah meningkat sebesar 60%.

Dalam aspek perangkat lunak, T16 dapat membawa fungsi penerbangan tiga dimensi, yang dapat merekonstruksi lingkungan lahan pertanian secara tiga dimensi untuk mewujudkan pengenalan cerdas AI, penghindaran rintangan cerdas dan sebagainya.

Diluncurkannya T16 ini adalah upaya DJI untuk memperluas pasar UAV di bidang pertanian. Hasilnya, T16 dengan efisiensi lebih banyak ditujukan untuk kelompok pengguna yang lebih luas, termasuk petani dan pilot pertanian individu sebagai target pelanggan.

Dalam hal jalur distribusi penjualan, DJI Agriculture akan  memberikan subsidi untuk para distributor resmi seperti DJI Experience Store untuk membantu mereka dalam membangun tim layanan profesional. Untuk pasar tingkat industri, DJI masih belum menetapkan target laba yang spesifik. Keuntungan yang mereka dapatkan akan didaur ulang menjadi penelitian dan pengembangan teknologi dan terus memperluas pasar.

 Saat ini, produk dan jalur penjualan hanya merupakan satu aspek dari tata letak pasar di tingkat industri. Meskipun sudah menjadi kekuatan penting di pasar ini, DJI berharap agar terus bisa memperluas pasar dengan membangun ekologi. 

 Dengan UAV Agrikultur, DJI mampu meningkatkan efisiensi  penggunaan pestisida dan pupuk melalui produk-produk seperti T16 dan Agras MG. Dalam aspek optimalisasi teknologi pertahanan penerbangan, DJI pertanian juga telah menjalin hubungan kerja sama dengan beberapa universitas di Cina dan lembaga-lembaga penelitian lainnya.

 Karena T16 adalah produk kelas atas, produk ini dipercaya mampu membawa lebih banyak perubahan baik dari sisi teknologi maupun dari sisi agrikultur.

Menurut anda, apakah UAV Agrikultur akan banyak digunakan di Indonesia? Berikan opini anda dalam kolom komentar di bawah dan nantikan artikel DJI Experience Store selanjutnya!