Usulan Proposal Baru  Penyeimbangan Manfaat Teknologi Drone untuk Keamanan dan Keselamatan

22 Juli 2017, DJI, produsen teknologi pesawat tanpa awak dan teknologi pencitraan udara nomor satu di dunia, menyambut baik rencana baru dari Departemen Transformasi Inggris tentang regristrasi drone dan sistem lain guna memastikan bahwa drone aman digunakan yang terintegrasi penuh dengan British Airspace.

“Teknologi drone menawarkan banyak manfaat ke Pemerintah Inggris, dan proposal yang ditujukan ke Departemen Transpostasi ini nampaknya akan mampu menghasikan sebuah kesepakan untuk menyeimbangkan antara keamanan public dan manfaat secara bisnis kepada Pemerintah Inggris dan masyarakat luas.” Ucap Brendan Schulman, Wakil Presiden DJI bagian Kebijakan dan Hukum. “DJI telah banya melakukan banyak invertasi untuk meningkatkan fitur keamanan, dan kami sangat berharap bahwa pemerintah (Inggris) dapat bekerja sama dengan kami untuk memastikan inovasi dan kemajuan teknologi (drone) ini. Kami didorong oleh pendekatan yang adil dan bijaksana yang telah dilakukan pemerintah saat ini. Kunci dari penyeimbangan (Keamanan dan kenyamanan) ini akan dibahas setelah proposal ini disetujui.”

DJI mendukung skema sederhana yang membuat pilot bisa mendaftarkan drone mereka sesuai dengan aturan pemerintah. DJI juga mendukung pelatihan yang bertujuan agar pilot dapat memahami bagaimana menerbangkan drone dengan baik dan aman. DJI sangat tidak setuju dan mengutuk keras pengoperasian drone yang illegal dan membahayakan, dan percaya bahwa pelatihan bagi pilot drone adalah cara terbaik untuk membuat mereka paham aturan penerbangan drone yang aman.

Drone telah membuat pekerjaan yang berbahaya menjadi lebih aman dilakukan dan setidaknya telah membantu menyelamatkan 59 kehidupan di seluruh dunia, hal ini yang membuat pemerintah harus memastikan bahwa keamanan penggunaan drone bisa tersedia untuk siapa saja.

DJI, perusahaan drone wahid di dunia, selalu berusaha memastikan bahwa drone dioperasikan dengan aman, termasuk dengan menambahkan fitur pembatasan ketinggian terbang, sistem RTH otomatis yang aktif ketika drone hilang kontak dengan pilot, sistem geofencing yang menggunakan navigasi berbasis GPS yang membantu pilot untuk tidak terbang ke zona dilarang terbang seperti, bandara, penjara, gardu lisktrik, dan tempat-tempat khusus lainnya. Rencana pembatasan terbang pada zona dilarang terbang harus dikembangkan dengan sangat proporsional sehingga tidak perlu melakukan pembatasan yang tidak perlu. Dan, satu-satunya cara mencegah hal berbahaya itu terjadi adalah mengambil langkah pencegahan dari awal, DJI bangga menjadi salah satu pioneer dalam urusan keamanan ini.

Tidak hanya DJI, di seluruh dunia, perusahaan drone lainnya pun secara bertahap mulai mengembangkan teknologi keamanan drone ini. DJI baru-baru ini merencanakan sebuah framework yang akan dapat secara elektrik mengidentifikasi drone ketika terbang dan mengumumkan tentang penambahan receiver ADS-B pada M200, drone untuk kalangan professional yang berguna untuk memberitahu pilot bahwa ada pesawat lain yang terbang mendekat

DJI juga telah melakukan penelitiann ilmiah yang membantu meneliti tentang resiko yan ditimbukan oleh drone, penelitian ini untuk memastikan bahwa peraturan dibuat untuk mencapai tujuan keselamatan dan keamanan yang terbaik. Sebagaimana Pemerintah Inggris yang berulangkali melakukan revisi mengenai resiko yang ditimbulkan drone, DJI siap menyediakan peralatan untuk uji coba, ahli teknis untuk mendampingi saat uji coba.

 

Untuk tambahan informasi, silakan hubungi: Adam Lisberg, Direktur Komunikasi DJI – adam.lisberg@dji.com

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *