Menjelang perhelatan ASEAN-Australia Special Summit 2018, DJI sebagai perusahaan drone dan teknologi aerial nomer satu di dunia berencana untuk menerapkan Zona Dilarang terbang sementara. Penerapan zona dilarang terbang ini ditujukan untuk mengurangi kemungkinan operator drone secara tidak sengaja masuk ke zona di mana KTT sedang berlangsung.

Adam Weish, Kepala Kebijakan Umum DJI region Asia Pacific menuturkan bahwa Keamanan merupakan prioritas utama DJI dan kami (DJI) selalu mengambil langkah proaktif untuk memberitahu para kustomer untuk mengoperasikan drone mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Kami menerapkan zona dilarang terbang sementara pada tiap acara besar. Harapannya dengan menerapkan hal ini akan mengurangi kesempatan pilot secara tidak sengaja mengganggu keamanan saat KTT berlangsung.”

Zona dilarang terbang ini akan disertakan dalam sistem geofencing GPS DJI yang membuat user mendapatkan informasi yang tepat mengenai penerapan zona dilarang terbang ini. Zona ini akan disesuaikan jaraknya berdasarkan pada otoritas penerbangan sipil di tempat KTT berlangsung. Zona dilarang terbang ini akan berlangsung dari 16-18 Maret. DJI User bisa melihat lokasi zona dilarang terbang ini dengan menggunakan aplikasi DJI GO 4 ketika mereka terkoneksi dengan aircraft.

KTT ASEAN ini akan dihadiri oleh lebih dari 500 pemimpin bisnis di Australia dan para pemimpin negara di kawasan Asia Tenggara. Penerapan Zona Dilarang terbang ini juga akan dilakukan sejak dihelatnya KTT G7 di Jepang, Euro 2016 di Perancis, dan kompetisi atletik Internasional di Korea Selatan

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *