Seiring semakin banyaknya pengguna drone hampir di seluruh dunia, DJI sebagai salah satu perusahaan drone terbesar di dunia merasa ikut bertanggung jawab atas berbagai keselamatan baik untuk pengguna, drone, maupun lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya sesuatu yang buruk seperti misalnya adanya tabrakan antar drone, DJI meningkatkan sistem geofencing dan lebih ketat dalam membatasi penerbangan agar sesuai dengan aturan FAA.

Untuk yang belum tahu, Sistem Geofencing menggunakan teknologi identifikasi frekuensi-radio untuk menciptakan semacam batas geografik virtual yang memperingatkan pilot ketika mereka, misalkan, menerbangkan drone mereka dekat dengan area terlarang. Area-area terlarang ini mencakup bandara, area khusus pemerintahan, pangkalan militer, dan lain-lain.

PrecisionHawk dipilih DJI sebagai penyedia jasa layanan sistem geofencing yang baru. DJI selama beberapa bulan ke belakang memang fokus kepada pengembangan teknologi sistem ini dan akan diberinama GEO (Geospatial Enviroment Online) 2.0.

Apa Fungsi GEO 2.0 untuk Drone User?

Jika DJI dronemu mengaktifkan vision sensornya, kamu akan melihat bahwa drone yang kamu terbangkan akan menolak untuk terbang lebih jauh lagi ketika terbang di area tertentu. Sistem geofencing ini akan membentuk sebuah pagar virtual yang melarang drone untuk masuk ke area terlarang. Artinya kini software DJI yang ada pada dronemu tidak lagi hanya menunjukkan bahwa kamu sedang terbang menuju area terlarang tetapi juga mencegahmu untuk terbang menuju area terlarang tersebut.

DJI meningkatkan Sistem Geofencing ini juga untuk mengurangi kemungkinan dari adanya tabrakan antara drone dengan pesawat berawak. Jika hal ini sampai terjadi, bukan tidak mungkin pemerintah bukan hanya akan membatasi tetapi benar-benar melarang user untuk menerbangkan dronenya di area-area khusus. Seorang pilot drone tentu tetap bisa menemukan celah untuk melanggar aturan ini, tetapi sebagai sebuah perusahaan, terlebih perusahaan drone terbesar di dunia, DJI tetap bertanggung jawab dan memiliki kemampuan untuk menutup celah kecerobohan ini dengan menerapkan teknologi baru.

Wakil Presiden DJI bagian kebijakan dan urusan hukum, Brendan Schulman mengatakan bahwa peningkatan sistem geofencing pada DJI drone ini adalah sebuah langkah yang besar untuk meningkatkan keamanan berdasarkan pada evaluasi adanya risiko kecelakaan ketika drone terbang dekat dengan bandara.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *