Dirilis pada 11 Oktober 2017 dan akan mulai dipasarkan pada bulan ini, DJI Zenmuse X7 adalah kamera 35mm super pertama yang khusus dibuat untuk aerial sinematografi. Kamera ini menawarkan semua hal yang dibutuhkan sinematografer untuk membuat footage yang luar biasa dengan resolusi maksimal 6K/30fps dan dynamic range 14stops.

Sensor Super Berukuran 35mm untuk 6K/30fps

Jika dibandingkan dengan pendahulunya X5S https://jogja.djiexperiencestore.com/product/zenmuse-x5s, Zenmuse X7 ini mengalami banyak pembaruan. Mulai dari sensor mikro 4/3mm menjadi 35mm yang berdampak pada pengurangan noise ketika mengambil gambar pada malam hari.

Zenmuse X7 mampu merekam dengan kualitas maksimal hingga 6K (6016×3200, 19.25 MP). Kamera ini memiliki resolusi kamera sebesar 24 MP yang artinya 10% lebih besar dari X5S (yang levelnya sudah setara dengan kamera SLR). Zenmuse X7 hampir menyamai kualitas dari Sony A6500 yang memiliki sensor APS-C.

DJI DL-Mount dan Lensa

Beberapa pembaruan yang ada pada Zenmuse X7:

  • DJI DL-Mount (tidak kompatibel pada Lensa MFT lama)
  • Bisa dipasangkan dengan 4 lensa f2.8 utama https://store.dji.com/product/zenmuse-x7-dl-dl-s-lens-set?from=buying-guides (16mm, 24mm, 35mm, dan 50mm) yang kompatibel dengan DJI DL-Mount
  • Terbuat dari bahan karbon fiber yang memiliki berat kurang lebih 180 gram
  • Mendukung tata warna yang lebih banyak dengan menggunakan D-Gamut RGB color space
  • CineCore baru 2.1 dengan desain D-log baru

Ujicoba Perbandingan

Ada sebuah percobaan yang membandingkan kualitas Zenmuse X7 denga RED Weapon 8K. Percobaan dilakukan dalam beberapa kondisi.

Test 1: Syuting RAW di Luar Ruangan

Kami menguji RED Weapon 8K terlebih dahulu, baru semenit kemudian kami menguji Zenmuse X7 untuk tetap menjaga kondisi tempat syuting. Weapon 8K memiliki 16.5 stops lebih besar dari Zenmuse X7 tentunya. Gambar di bawah ini menunjukkan perbedaan hasil footage dengan menggunakan Weapon 8K sebelum dan sesudah diedit.

Dengan 14 stops yang ada pada X7 kami sedikit sangsi bahwa footage yang dihasilkan akan sebaik Weapon 8K. Kami mengambil gambar RAW 6K CinemaDNG agar tidak kehilangan banyak data. Hasilnya bisa kamu lihat berikut dari sebelum dan sesudah diedit

Ternyata, hasilnya sangat mengejutkan. Pasca editing, footage yang dihasilkan sama persis dengan Weapon 8K.

Test 2: D-Log

Kami juga melakukan ujicoba pada desain baru D-log. Desain ini memungkinkan gambar yang dihasilkan tidak ada noise dan mampu secara luar biasa menghasilkan gambar dengan tingkat kontras dan saturasi yang sempurna. Gambar berikut ini menunjukkan perbedaan antara D-log versi lama dan baru.

Test 3: Di Dalam Ruangan

Kami menguji dua kamera ini di dalam ruangan dengan posisi lensa menghadap ke arah sumber cahaya. Hal ini tentu terlihat agak susah untuk menghasilkan footage yang pas. Namun, dengan menggunakan X7 hasilnya sungguh luar biasa. Gambar berikut ini menunjukkan hasil sebelum dan sesudah diedit.

Kami juga membandingkan hasilnya dengan Kamera RED Weapon 8K.

Mengejutkan karena hasilnya hampir sama persis.

Test 4: Syuting di Dalam Gua

Sebagai ujicoba terakhir, kamu mengatur angka kontras maksimal pada kedua jenis kamera ini. Dan, menurut kami tidak ada tempat yang lebih tepat untuk melakukannya selain di sebuah gua.

Ketiga gambar berikut ini, secara berurutan menunjukkan hasil asli dari zenmuse X7, hasil zenmuse X7 setelah color grading, dan hasil dari Weapon 8K.

Kesimpulan

Perlu diingat bahwa dalam tes ini tidak ada ujicoba di dalam laboratorium dengan analisa teknisnya. Tes ini hanya membandingkan hasil footage antara kedua jenis kamera.

Melihat dari hasil yang dihasilkan, Zenmuse X7 adalah sebuah kamera yang revolusioner. Dengan kemampuan backlight pada luar ruangan yang benar-benar berbeda dari pendahulunya, X5S, dan dynamic range yang sudah ditingkatkan, adalah sebuah keuntungan luar biasa yang bisa dimanfaatkan oleh para sinematografer manapun.

Selain itu, Zenmuse X7 yang juga bisa dipasangkan pada DJI Inspire 2 yang membuatnya menjadi sebuah kamera aerial yang mampu menerabas banyak batasan dan menciptakan perspektif baru dalam dunia sinematografi.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *