Sebuah Tips dari Joe Dawson

Joe Dawson tinggal di sebuah kota paling berangin di Kanada. Di daerah bernama St. John, angin berhembus tidak hanya dari satu arah melainkan dari berbagai arah kapan pun dan hal ini terjadi hampir setiap waktu. Dia membagikan beberapa tips berdasarkan pengalamannya ketika menerbangkan drone di lingkungan yang berangin kencang.

Berikut ini adalah tips dari Joe Dawson…

MENGENAI ANGKA

DJI telah menetapkan ambang batas kecepatan angin yang bisa ditembus oleh drone produksi mereka. Angka ini dimaksudkan untuk menunjukkan seberapa kencang kecepatan angin berhembus yang akan memberi dampak signifikan terhadap posisi terbang drone dan kualitas video. Kecepatan angin maksimal yang mampu ditembus oleh Spark adalah 20 km/jam, Mavic Pro 38 km/jam, dan kamu mungkin akan sedikit merasa heran jika mengetahui kecepatan angin maksimal yang bisa ditembus oleh Inspire 1 dan 2; juga Phantom 4 yang hanya 35 km/jam. Angka ini bahkan jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan hambatan angin maksimal yang mampu ditembus oleh Mavic Pro.

Masih belum jelas mengapa drone yang memiliki kecepatan jauh lebih tinggi seperti Inspire 2, memiliki hambatan kecepatan angin yang lebih kecil dari Mavic Pro. Secara teori, sesuatu dengan sistem propulsi yang lebih bertenaga dan memiliki kecepatan terbang yang tinggi tentunya dapat terbang dengan lebih stabil dalam menembus angin yang lebih kencang. Namun, dari data yang dirilis DJI tidak demikian.

Didorong rasa penasaran itu, Joe menemui beberapa operator drone komersial yang memiliki DJI Inspire 2 dan mendapatkan informasi bahwa drone ini tetap mampu terbang dengan stabil ketika menembus angin berkecepatan hingga 60 km/jam. Namun, ada bagian paling susah: Dikarenakan ukuran Inspire 2 yang besar, angin bisa saja menyerang dari berbagai macam sisi aircraft dan hal ini tentu saja akan mengakibatkan kualitas rekaman menjadi sangat kurang baik.

Sedangkan kalau melihat bentuk Mavic Pro yang didesain sangat aerodinamis dan jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan Inspire maupun Phantom. Maka, tak heran jika Mavic Pro mempunyai ambang batas hambatan angin yang jauh lebih tinggi.

Konon, menerbangkan Mavic Pro pada angin berkecepatan 60 km/jam adalah mustahil dilakukan, karena kecepatan angin ini hampir menyamai kecepatan maksimal Mavic Pro saat menggunakan Mode Sport.

Jika kamu adalah seorang pemula, sangat tidak dianjurkan untuk menerbangkan drone pada lingkungan yang memiliki kecepatan angin di atas batas ambang batas yang ditentukan oleh DJI. Namun, begitu kamu telah memiliki pengalaman yang cukup, kamu bisa mencoba mulai menerbangkan drone pada tempat yang berangin cukup kencang. Untuk bisa melakukannya, ini adalah beberapa aturan yang bisa kamu lakukan.

1. Mode Sport

Jika kamu tidak terlalu nyaman terbang dengan menggunakan Mode Sport, maka sangat tidak disarankan untuk terbang di lingkungan angin yang kencang. Mode Sport digunakan untuk memastikan bahwa drone-mu memiliki kecepatan atau kekuatan yang cukup untuk terbang menembus angin. Kamu mungkin tidak harus selalu menggunakan Mode Sport ini di tempat berangin kencang, tetapi jika dronemu sedang dalam masalah, menggunakan mode ini adalah cara tercepat untuk menerbangkan drone-mu kembali dengan aman.

2. Mulai dan Akhirilah Penerbangan di Lokasi yang Aman

Jika memungkinkan, mulailah menerbangkan drone dari sebuah tempat yang terlindung. Sisi samping dari dinding, bangunan, pohon, atau mobilmu merupakan tempat yang pas untuk mulai terbang. Sebuah drone memiliki kemungkinan mengalami crash paling tinggi ketika terbang dalam kondisi angin kencang saat mulai lepas landas dan mendarat. Angin yang kencang dapat menyebabkan drone naik atau turun 1 meter dengan sangat cepat. Jadi, dengan memilih lokasi penerbangan yang aman akan meningkatkan kemungkinanmu dalam menghindari terjadinya crash.

3. Tahu Arah Angin

Ketika terbang dalam kondisi berangin, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah terbang searah dengan arah angin. Jika drone-mu terbang sangat keras melawan angin, maka disarankan untuk menggantinya ke Mode Sport (jika belum kamu lakukan). Dan, jika drone-mu telah berada pada Mode Sport tetapi masih terbang sangat keras melawan angin, hal ini artinya bahwa kamu terbang pada kondisi angin yang melebihi ambang batas yang mampu dilawan oleh drone. Jika hal ini yang terjadi, segera daratkan drone di tempat yang aman dengan segera.

4. Manajemen Baterai

Selalu mulailah terbang dengan kondisi baterai penuh. Rata-rata daya baterai drone berkurang dengan cepat ketika digunakan untuk terbang di tempat yang berangin kencang. Daya baterai akan berkurang sekitar 15-25% lebih cepat.

Selain itu, saat kamu menerbangkan drone di tempat berangin kencang ada kemungkinan bahwa drone-mu tidak punya daya lagi untuk terbang kembali. Aplikasi DJI GO tidak akan mempertimbangakan kondisi angin ini, dan saat DJI GO memberi peringatan bahwa kamu harus segera menerbangkan kembali ke home point, kamu mungkin sudah tidak punya cukup daya jika terbang dalam kondisi berangin.

5. Manajemen Ketinggian

Jika drone-mu berusaha terbang dengan keras di tempat berangin kencang pada ketinggian 6 meter, maka jangan terlalu berharap bahwa drone akan terbang lebih baik pada ketinggian 30 atau 60 meter. Semakin tinggi tempatmu terbang, maka angin akan berhembus semakin kencang. Namun, jika pada ketinggian 6 meter semuanya baik-baik saja, maka kamu bisa terbang dengan lebih tinggi. Tetapi, jika kondisi lingkungan mulai menunjukkan munculnya tanda-tanda angin yang cukup kencang, turunkan ketinggian terbangmu.

6. Jangan Berharap Hasil Video yang Bagus

Ketika kamu terbang di tempat berangin kencang akan mengakibatkan gimbal dan drone-mu mengalami sedikit guncangan. Adalah hal yang sedikit susah agar drone tetap berada pada posisi yang sangat stabil ketika terbang di tempat berangin kencang, dan hal ini akan berdampak pada kualitas video yang kamu hasilkan.

7. Selalu Perhatikan Arah Terbang Drone

Satu hal yang harus selalu kamu ingat ketika menerbangkan drone pada kondisi berangin kencang adalah bahwa kamu tidak akan selalu bisa mempertahan posisi terbang drone-mu. Hal ini tentu akan sedikit merepotkanmu ketika kamu ingin mengambil foto atau merekam video. Pernah ada suatu kejadian di mana ada sebuah drone yang terbang di tempat berangin kencang pada ketinggian 90 meter dan mengambil gambar yang bagus sekali dari ketinggian untuk beberapa saat tanpa menyadari bahwa drone tersebut terbawa angin sejauh 1 km dari lokasi semual. Kejadian ini sering terjadi ketika kamu menerbangkan drone dengan menggunakan DJI Goggles.

8. Jangan Gunakan Fungsi Return-to-Home

Sistem return-to-home akan membuat drone-mu terbang pada mode normal bahkkan ketika drone sudah berganti ke Mode Sport. Penggunaan fitur RTH ini juga akan membuat drone terbang lebih tinggi (tergantung pada pengaturan yang kamu pakai) yang mungkin akan terdapat kecepatan angin yang lebh kencang jika dibanding ketinggian terbangmu saat itu. Kamu lebih baik menerbangkan drone secara manual sepanjang waktu ketika terbang di tempat berangin kencang untuk tetap memastikan kontrol terbang drone tetap pada kondisi paling baik.

9. Tahu Batasan

Menerbangkan drone di tempat berangin kencang merupakan hal yang sangat beresiko dan akan meningkatkan kemungkinan terjadinya crash. Jadi, penting untuk benar-benar tahu setiap kemungkinan terburuk yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Karena apa pun yang terjadi pada drone-mu ketika terbang di lingkungan yang berangin kencang adalah sepenuhnya tanggung jawabmu. Dan, jika kamu kehilangan kontrol atas drone-mu sekecil apa pun, maka lakukan pendaratan dengan segera. Hal ini akan meminimalisasi terjadinya kerusakan parah.

Hindari juga untuk terbang di atas permukaan air, karena jika sewaktu-waktu drone kehabisan daya baterai, drone tidak akan berakhir baik. Jika kamu benar-benar ingin menerbangkan drone pada tempat berangin kencang, maka mulailah dari tempat yang memiliki kecepatan angin yang rendah lalu sedikit demi sedikit naik ke tempat yang memiliki kecepatan angin yang semakin tinggi. Jangan terlalu terburu-buru, latihlah dirimu sampai kamu benar-benar siap untuk terbang di tempat berangin kencang.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *